September 22, 2021 By fast-fat.com 0

Menkes RI: Industri Farmasi dan Alkes Terus Tumbuh

Menkes RI: Industri Farmasi dan Alkes Terus Tumbuh

PAMERAN Pembangunan Kesehatan dan Produk Dalam Negeri yang digelar dalam alur Hari Kesehatan Nasional sudah terjadi sejak th. 2015 lalu. Menteri Kesehatan, Prof Nila Juwita Moeloek mencatat sejumlah perkembangan penting di bidang industri farmasi dan alat kebugaran sejak pameran di selenggarakan selama 4 kali ini.

“Tiga th. terakhir kuantitas industri alat kebugaran tumbuh sebanyak 68 industri atau lebih berasal dari 35 persen dibanding sebelumnya. Begitu pula bersama dengan jenis alkes yang diproduksi pun konsisten meningkat berasal dari cuma 34 jenis alkes, meningkat menjadi 264 jenis alkes yang diproduksi oleh 261 fasilitas produksi,” ungkap Menteri Kesehatan dalam sambutan pembukaan pameran yang terjadi Kamis (8 November) di ICE BSD, Tangerang Selatan alat kesehatan agm medica .

Pameran merupakan fasilitas informasi dan edukasi, promosi kebugaran terhadap masyarakat melalui sosialisasi program dan kebijakan secara segera bersama dengan menampilkan kesuksesan aktivitas dan pembangunan di bidang kebugaran yang sudah ditunaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Rumah Sakit, organisasi profesi kesehatan, asosiasi industri di bidang farmasi dan kebugaran serta BUMN. Pameran termasuk menampilkan product fornas alat kebugaran dan diproduksi di dalam negeri, serta hasil inovasi di bidang farmasi dan alat kesehatan, termasuk ditampilkan keistimewaan product dalam negeri dalam sediaan obat tradisional, kosmetika perbekalan kebugaran tempat tinggal tangga dan makanan minuman dalam usaha menuju kemandirian bangsa.

Lebih lanjut Menkes mengemukakan, industri alkes dalam negeri dapat mencukupi 69 persen standard fasilitas alkes di RS kelas D dan kurang-lebih 50 persen standard fasilitas alkes di RS kelas A. Saat ini, izin edar untuk alkes sebanyak 4.526 ijin.

Bukan cuma itu, fasilitas produksi farmasi, industri farmasi, obat tradisional, kosmetik dan ekstrak bahan alam mengalami perkembangan dalam hal kuantitas fasilitas produksi dan nilai investasi. Industri farmasi sudah tumbuh 14 fasilitas baru dalam th. 2014/15-2016/17, saat nilai industri farmasi meningkat dua kali lipat. Beberapa industri farmasi termasuk sudah berkolaborasi bersama dengan luar negeri layaknya Korea Selatan, Jerman, Amerika Serikat, dan China.

Launching 4 Aplikasi
Dalam peluang itu, Kementerian Kesehatan (Kemkes RI) meluncurkan 4 aplikasi bidang kebugaran yakni Sehat Pedia, Indonesia Health Facility Finder (IHeFF, e-sign, dan e-postBorder Alkes PKRT.

Aplikasi Sehat Pedia adalah aplikasi kebugaran yang mengakomodir dan memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan informasi kebugaran yang akurat, kredibel, dan terpercaya. Aplikasi ini lebih banyak didukung oleh dokter-dokter yang berasal berasal dari 33 tempat tinggal sakit yang merupakan tempat tinggal sakit vertikel Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan yang mempu beri tambahan konsultasi kebugaran kepada masyarakat.

Dalam aplikasi ini, ada berbagai fitur yang beri tambahan informasi seputar kebugaran meliputi fitur konsultasi interaktif (live chat), artikel kesehatan, informasi fasilitas pelayanan kesehatan, pendaftaran rawat jalur online, dan e-policy. Dalam fitur live chat, masyarakat dapat berkonsultasi bersama dengan dokter-dokter yang tergabung di SehatPedia berkaitan keluhan penyakit, tips kesehatan, dan konsultasi medis lainnya.

Aplikasi IHeFF berguna untuk menaikkan pelayanan kebugaran yang lebih efektif. Melalui aplikasi ini, siapapun dapat bersama dengan ringan menemukan fasilitas kebugaran yang berada dalam radius 3 km bersama dengan memakai GPS berasal dari gawai.

Melalui aplikasi itu termasuk informasi lengkap suatu fasilitas kebugaran dan tenaga kebugaran berasal dari Puskesmas, termasuk kuantitas tempat tidur dapat didapatkan. Selain itu, melalui aplikasi ini dapat mencari apotek terdekat.

Aplikasi e-postBorder Alkes PKRT Kemkes membangun sistem pengawasan post border secara elektronik. Aplikasi terserbut digunakan untuk menaikkan efektivitas pengawasan alkes. Alkes diagnostik in vitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).